"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam didalam kitab (Al Qur'an), yaitu ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat disebelah timur (Baitul Maqdis)"
(Maryam:16)
Salah satu nama yang diabadikan sebagai wanita mulia nan suci dalam sejarah. Ujian diatas ujian, air mata diatas air mata, hinaan, cemoohan, umpatan, ditambah sakitnya menanggung kehamilan tanpa seorang pria.
Melahirkan seorang diri ditempat jauh dari manusia... Kepayahan...
Melahirkan seorang diri ditempat jauh dari manusia... Kepayahan...
Sejenak kisah Maryam melintas dalam ingatan, fitrah makhluk lembut dan penyayang yang bisa menjadi perkasa ketika ujian datang.
Ah rasanya amat jauh dari keteladanannya...
Siapa aku? Makhluk yang terlampau banyak alfanya, keburukannya, bahkan keluhannya.
Suatu hari, dalam kesempatan mencerna hikmah hidup ini, Allah hadirkan sosok wanita ditengah kemelut hidupnya. Detik-detik menunggu sidang perceraian, status baru sebagai single parent dari dua anak yang sebentar lagi tersemat, harus mencari nafkah untuk kehidupan buah hatinya, dan kondisi salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus. Rasanya amat lengkap kesulitannya. Namun yang nampak dari penampilannya, ia abaikan perasaannya, ia hapus air mata di hadapan anak-anaknya, ia berperan layaknya wanita kuat sekuat baja.
Menjadi buah bibir banyak kalangan, orang yang tak mengenalnya menggelari manusia kritis yang kebal masukan para analisis. Hanya percaya yang berdasarkan data, tak sekedar kata,"kenapa?", tetapi,"bagaimana?."
Itulah sosoknya, tapi terasa sulit menyebutkan namanya.. Wanita perkasa yang menuai banyak celaan, cemoohan, bahkan petisi kumpulan manusia yang di sudut pengertian lain mereka amat mencintai putra-putrinya.
Allah.. andai waktu dapat diputar, mestinya aku lebih obyektif sejak awal. Tak sekedar berdasar assesment permukaan.
Andai dapat ku ungkapkan, aku kagum dengan wanita itu. Berhati baja demi kebahagiaan anak-anaknya, kehidupan sejak remaja yang yatim piatu, merintis usaha dari titik nol hingga berrelasi pengusaha tingkat internasional, membina rumah tangga yang kenyataannya ditinggal suami mencari madu; madu yang lebih wangi dan ayu...
Sebuah realita tersajikan, bukan sekedar kumpulan kisah yang pernah dibukukan.
Aku hanya ingin mengambil hikmah, memang benar tiap manusia memiliki cerita hidup masing-masing. Dengan kisah bak novel terlaris yang membuat air mata terkuras habis. Namun bedanya kisah ini ditulis oleh Penguasa hidup yang Maha Pengasih, bagaimana tokoh utama menjalani hidupnya, dan seperti apa usaha geraknya terhadap keputusan takdir yang akan dilalui.
Banyak keteladanan wanita hebat itu, yang tak sekedar lemah dibalik uraian air mata dunia. Tapi ia dan mereka yang membuktikan sebagai wanita luar biasa, atas motivasi hidup yang menjadi latar belakangnya.
Allah.. sekali lagi, izinkanku mengambil hikmah. Pada banyak wanita, yang Kau tampakkan kualitas mentalnya. Pada banyak wanita, yang tetap berjuang taat pada suami dan pengayom putra-putrinya.
Selayak wanita mulia dalam bingkai sejarah, pun juga sahabiyah yang meneteskan peluh dan darah. Pada sebuah pembinaan, peran madrasah agung yang mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengasuh. Seperti bunga gunung yang mempesona diatas ketinggian, ayu kecantikan hanya diperuntukkan pada pendaki nan beriman.
Ya Allah, teguhkanlah... Para wanita yang berjuang menghadapi kesulitan hidupnya. Mampukan mereka, dan mampukan ia.
*kekagumanku pada wanita itu, seorang ibu dua anak di Yogyakarta
Selayak wanita mulia dalam bingkai sejarah, pun juga sahabiyah yang meneteskan peluh dan darah. Pada sebuah pembinaan, peran madrasah agung yang mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengasuh. Seperti bunga gunung yang mempesona diatas ketinggian, ayu kecantikan hanya diperuntukkan pada pendaki nan beriman.
Ya Allah, teguhkanlah... Para wanita yang berjuang menghadapi kesulitan hidupnya. Mampukan mereka, dan mampukan ia.
*kekagumanku pada wanita itu, seorang ibu dua anak di Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar